Perjuangan yang Tak Sia-sia
Judul : Laut Biru Klara : Mengambil keputusan
Penulis : Auni Fa
Penerbit : Metamind, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tahun : 2020
ISBN : 978-602-9251-89-0
Jumlah halaman : VI (enam) + 115 halaman
Sinopsis : Buku ini menceritakan tentang pertemanan antara Sea, Klara-seorang anak autis, dan Biru yang terdampar bersama adiknya karena suatu insiden kapal. Pada suatu hari, akhirnya kabar tentang kapal penjemput pun datang juga. Biru berinisiatif untuk mengajak Klara ikut dengannya dikarenaka merasa iba dengan Klara yang hidupnya tidak begitu dipedulikan oleh ayahnya. Selain itu dia juga merasa bahwa Klara memilik potensi untuk bisa menjadi atlet renang, mengingat beberapa kali dia melihat Klara dapat berenang dengan cepat. Mendengar ide Biru, Sea pun juga tertarik untuk ikut.
Ketika Sea di rumah, dia memberanikan diri untuk mengutarakan niatnya tersebut kepada Ayahnya. Namun, responnya terlihat bimbang, kemudian pergi ke dapur menemui Ibu untuk mendiskusikan perihal izin tersebut. Ketika kedua orang tuanya sedang berdiskusi, Sea diam-diam mendengarkan percakapan mereka. Ia sangat terkejut ketika mendengar fakta yang selama ini tak pernah diketahuinya. Fakta bahwa dia sebenarnya adalah anak angkat. Hatinya terasa amat sedih dan langsung berlari ke dalam kamar sambil menutup pintu dengan bunyi yang lantang.
Dalam keadaan yang masih larut malam, Sea memilih kabur diam-diam lewat Jendela, kemudian pergi ke rumah Klara yang dijadikan tempat menginap selama semalam oleh Biru dan adiknya. Sesampainya di sana, Sea mengatakan bahwa keputusannya untuk ikut pergi merantau sudah bulat. Setelahnya, ia kembali ke rumah untuk mengemas beberapa pakaiannya dan menulis surat pamit kepada kedua orang tua angkatnya tersebut. Ia pun memilih untuk tidak tidur agar ketika mendengar bunyi kapal penjemput, ia bisa segera bergegas pergi sebelum ramai. Akhirnya bunyi kapal penjemput pun terdengar, segera ia membuka jendela dan pergi diam-diam sembari membawa kantong plastik yang berisi sedikit pakaian. Ia pun akhirnya bisa ikut pergi bersama Biru, Sarah, dan Klara.
Setelah 2 hari perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Klara dan Sea sangat takjub ketika melihat pemandangan di kota karena selama ini mereka hanya hidup di pesisir pantai. Sesampai di rumah Biru, orang tuanya menyambut mereka semua dengan hangat. Setelah tinggal di Rumah biru, mulai lah Biru menjalankan niat awalnya yakni melatih Klara untuk menjadi atlet renang. Tentu tidaklah mudah melatih Klara yang merupakan seorang anak autis. Namun, dengan latihan rutin dan kesabaran Biru dan bantuan Sea, Klara pun akhirnya berhasil memenangkan banyak lomba renang hingga ke berhasil lanjut ke tingkat nasional. Orang-orang yang sebelumnya memandang rendah Klara, kini mulai mengakui kehebatan Klara.
Kelebihan : Bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup mudah dimengerti, disajikan dengan kisah yang menarik. Penulisan kosakata juga sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menginspirasi para pembaca dengan perjuangan para tokoh dalam cerita ini.
Kekurangan : Terdapat kalimat yang mengandung makna tersirat yang sedikit membingungkan, sehingga pembaca membutuhkan dua kali pemahaman untuk memahami kalimat tersebut. Buku ini merupakan buku kedua, untuk bisa lebih memahami cerita dari awal, pembaca mungkin bisa mencoba membaca buku pertama terlebih dahulu.
Kesimpulan : Buku ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan usia. Kita dapat melihat perjuangan seorang anak autis yang awalnya diremehkan, namun akhirnya berhasil mencapai prestasi yang membanggakan. Serta kesabaran dan kesetiaan Biru dan Sea dalam pertemanannya dengan Klara. Cerita dalam novel ini sangat menginspirasi para pembacanya.
Alhamdulillah, semoga bermanfaat resensinya Nak
BalasHapusNaise
BalasHapus